Senin, 30 Juli 2012

Menjadi Guru Favorit di Kalangan Pelajar


Ngomong-ngomong soal guru ane punya pengalaman nih masbro. Saat itu lagi pelajaran kimia yang dikenal angker seantero jagat sekolah. Udah pelajarannya bikin ngebul kepala, eh guru yang ngajarnya gak bisa ngajar dengan baik. Maksudnya di sini – eh iya sebelumnya mohon maaf bukan bermaksud untuk mencemari nama baik ya—pertama, guru tersebut main Tanya-tanya aja soal kimia padahal belum ngejelasin dengan lengkap. Kedua, nyerocos terus tanpa ngasih kesempatan siswanya buat bertanya. Ketiga, ngebut banget dalam nyampein materinya. Dan yang terakhir, yang paling parah, dia gak bisa tegas buat nenangin temen-temen ane yang lagi pada sekarat itu. Yasudah dengan izin Allah Yang Maha Kuasa suasana kelas pun berubah bak pasar tumpah. Di bangku barisan belakang, dengan tidak beradabnya dan agak sopan ada yang tidur sambil menutupi mukanya pake jaket, sms-an, maen poker, maen udel, maen upil, nyanyi-nyanyi gak jelas, dan satu lagi, beretika layaknya kera, ada yang meniru-nirukan gaya ngomong guru tersebut! Astaga…sebenernya masih ada lagi perbuatan-perbuatan haram lainnya tapi gak bakalan ane bahas satusatu coz segitu aja udah parah. Terus apa yang ane lakukan? Ehem, rahasia dehh wehehehehe.
Ups, udah ah. Balik lagi ke permasalahan! Masalah yang mana?


Ada dua kemungkinan penyebab kelas menjadi kayak gitu. Satu, temen-temen ane yang emang lagi pada overdosis karena makan bala-bala jadi gak mood belajar. Dan dua, karena gurunya yang masih belum biasa ngajar tigapuluh makhluk dalam satu kelas. Ah gak mungkin wong dia ngajar sejak jaman fir’aun pake kolor kok!

Menurut sumber bacaan yang aktual, tajam, dan terpercaya ternyata seorang guru harus mempunyai multi-skill. Gak Cuma pinter akan materi yang ingin ia sampaikan aja. Kemampuan berorasi pun mutlak dimiliki. Kedua unsure tersebut kalo diibaratin kayak lilin tanpa api, gak akan menyinari ruangan.
Terus karakteristik guru yang kayak gimana sih yang diidam-idamin para pelajar masa kini? Tunggu kelanjutannya hanya di ARKANTV!

Kriteria guru favorit menurut pelajar SMA SMAN 1 Cisarua Kab. Bandung Barat:

1.      40% serius, 60% bercanda

Jawaban inilah yang paling sering didengar ketika ane bertanya dengan sejumlah siswa SMA Smancis. Tampaknya mereka sangat menginginkan sosok guru yang periang, easy-going, dan suka menyelipkan lelucon diantara keseriusan belajar. Dikatakan mereka jauh lebih memahami materi ketika suasana santai dan tidak dituntut untuk melakukan sesuatu yang monoton seperti menyilangkan tangan di atas meja sambil mendengarkan guru ngomong. Dan ternyata memang benar. Menurut penelitian, otak manusia akan bekerja maksimum ketika dia tidak dipaksa untuk bekerja secara terus-terusan. Disarankan untuk para pengajar agar sedikitnya bisa membuat siswa rileks guna membuat pembelajaran menjadi lebih efektif.

2.       Mempunyai Metode Pembelajaran Baru
Hal kedua yang diinginkan para siswa dari seorang guru adalah memiliki terobosan anyar dalam mengajar. Mereka mengatakan hanya mendengarkan materi di kelas membuat mereka cepat bosan dan mengantuk. Hal baru seperti belajar di alam terbuka membuat mereka lebih lahap dalam menelan materi yang dijelaskan oleh guru yang bersangkutan.

3.       Memberikan Kebebasan Terhadap Siswa
Kebebasan yang dimaksud bukannya bebas seenak udel makan-makan atau maen petak umpet di kelas. Tetapi kebebasan dalam mengemukakan pendapat. Terkadang ada guru yang tidak memperbolehkan siswanya memotong pembicaraan ketika beliau sedang mengajar dikarenakan akan mengganggu konsentrasi. Padahal ya gak apa-apa. Justru bagus yang seperti itu. Karena membuat siswa lebih aktif dan berani dalam mengutarakan pendapatnya. Tetapi dengan satu syarat, berbicara yang sopan dan bersangkutan dengan materi ketika memotong pembicaraan. Seperti ngomong: “intrupsi, izin menambahkan/meralat!” sambil mengacungkan tangan.

4.       Tidak Terpaku Pada Satu Sumber Belajar
Yang menyebabkan pendidikan Indonesia kurang maju salah satunya adalah terpakunya pada satu sumber bacaan. Baik itu siswanya maupun gurunya. Ane pernah ngalamin guru ngebuat soal ujian kenaikan kelas dengan satu buku pamungkasnya yaitu LKS. Siswa hanya diperbolehkan menjawab sesuai apa yang tertera dalam LKS itu saja. Nah lho gimana gak ribet? Masa iya harus sama? Apa otak gak diberi kebebasan untuk menjawab berdasarkan sumber yang lain?

5.       Menganggap Dirinya Setara Dengan Siswa
Maksudnya setara adalah menganggap tidak lebih tinggi ilmunya dari para siswa. Ditumbuhkan prinsip “sama-sama belajar” dalam penyampaian materinya. Hal ini berkaitan dengan poin ke-4 yakni kebebasan memberikan pendapat. Dengan begitu para siswa akan lebih nyaman dalam belajar.

6.       Mengadakan Evaluasi Setelah Belajar
Satu hal yang membuat pengajar gengsi dan somse (sombong sedikit) adalah merasa selalu benar. Padahal yang namanya manusia merupakan ladangnya salah dan lupa. Jika dievaluasi apa-apa saja yang tidak mengenakan selama belajar eh malah marah terus ilfil sama tuh murid. Padahal jika program evaluasi ini dijalankan maka dapat dijadikan cambuk bagi pengajar untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dan dapat menjadi sarana agar lebih dekat dengan para siswa.

7.       Ngasih Tugas Tambahan
Mungkin ada sebagian dari kalian yang berpendapat bahwa PR Cuma jadi beban saat pulang ke rumah. Kan seharusnya rumah itu tempatnya istirahat, bukan ngerjain tugas. Iya gak? Tapi menurut beberapa responden, mereka rela dikasih tugas tambahan secara rutin karena dapat menguatkan kembali materi yang diajarkan tadi siang di memori otak. Bahkan ada yang meminta soal-soalnya berupa materi pengembangan dari materi sebelumnya. Mereka jadi belajar materi selanjutnya. Dan jika ada yang belum bisa terjawab maka dapat dijadika bahan pertanyaan di pertemuan selanjutnya.

8.       Enggak Kebanyakan Aturan
Jeng..jeng..jeng..jeng… mungkin inilah criteria yang paling ditunggu-tunggu kalian yah? Not too much rules alias kagak kebanyakan aturan. Guru yang memberikan segudang aturan justru membuat para siswanya untuk lebih berani melawan aturan tersebut. Ingat kata Bang Rhoma Irama: “Masa muda, masa yang berapi-api”. Kalo remaja es em a dicekokin beratus aturan ya tinggal tunggu aja kapan dia berontak. Bukannya ane gak setuju ama aturan-aturan yang dikasih guru ye! Tetapi kalo bisa kasihlah aturan-aturan yang sewajarnya. Yang enggak membatasi gerak berpikir para remaja. Dan dengan dua kata: tetap diawasi. Karena bisa berabe kalo remaja dibiarin begitu aja dengan aturan yang sedikit. Jadi, seimbanglah antara aturan dan kebebasan.

Semoga pengalaman yang berkelanjutan karangan ini dapat menjadi sedikit pencerahan bagi para pengajar yang bingung bagaimana cara mendidik siswa dengan baik. Akhir kata, maafin semua salah ane itu juga kalo ada (idih pede amat lu gak punya dosa). Kan ini lagi Ramadhan…gak boleh lho saling bermusuhan…!!

17 komentar:

  1. Setuju arkan :) oh ya blog saya kok space down nya gak bisa ya? bisa bantu gak masbro? -_-

    BalasHapus
  2. @ Muhammad Rudiansyah: spacedown tuh yang kayak apa yah? hehehehe

    BalasHapus
  3. artikel yang bagus,
    semoga menjadi inspirasi untuk para guru....

    BalasHapus
  4. yang penting guru itu harus punya wibawa.

    BalasHapus
  5. guru itu harus bisa jaga image, contoh baik untuk murid"y..

    BalasHapus
  6. setuju sekali dengan karakter guru seperti itu..

    BalasHapus
  7. nice infonya,,terima kasih sudah berbagi infonya

    BalasHapus
  8. kalau kita suka sama gurunya,otomatis sama mata pelajarannya pun akan suka dan tidak akan sulit,,hhe

    BalasHapus
  9. Kasih jempol kaki deh buat mas :D
    Jangan lupha follback yah di http://catatan-aa.blogspot.com/

    BalasHapus
  10. wahh.. jd guru favorit itu memang harus bisa jd teladan untuk semua muridnya ...

    sukses selalu ya gan :)

    BalasHapus
  11. seorang guru yang baik juga harus memberikan akhlaqul karimah yang baik terhadap siswa. mengembangkan kepribadian baik dan selalu uptodate terhadap perkembangan ilmu pengetahuan

    BalasHapus
  12. Lebih dekat dengan siswa dan mengetahui tujuan sebenarnya menjadi seorang guru juga merupakan jalan menjadi guru yang baik.

    BalasHapus

Eitss..., baca dulu dong baru komen! :D