Rabu, 03 Maret 2010

Perkosa Kambing, Dua Pria Dipaksa Tanggung Jawab



MBUCUTA, MOZAMBIK - Seorang peternak mengeluh jika kambing miliknya telah diperkosa oleh dua orang pemuda di desanya. Insiden yang terjadi di wilayah pinggiran kota Mbucuta, Mozambik sontak membuat heboh kota tersebut.

Sebelumnya dua pemuda yang menjadi tersangka tersebut kedapatan tengah melakukan aktivitas seks dengan kambing milik peternak tersebut. Polisi sendiri menangkap basah aksi kedua pemuda yang sepertinya sudah dipenuhi nafsu itu.

"Salah seorang pemuda ditemukan dalam keadaan telanjang dan sedang memegang kepala kambing. Sementara seorang lainnya sedang melakukan seks dengan binatang tersebut," menurut laporan Radio Mozambik, seperti dikutip News.com.au, Selasa (2/3/2010).

Jaksa wilayah yang menangani kasus unik ini, Leonides Mapasse menyatakan, jika kedua pemuda kemungkinan besar akan menghadapi pengadilan atas tuduhan perlakuan tidak senonoh. Sementara pemilik kambing sendiri berencana untuk melayangkan tuntutan resmi atas kasus ini.

Tidak hanya itu, pemilik juga menuntut kedua pemuda tersebut membayar kerugian sekaligus melakukan tradisi pengganti pernikahan berupa "Lobolo". Tradisi ini berarti membayar sejumlah uang atas tindakan perkosaan yang telah mereka lakukan. (faj)(rhs)

Merasa Malu, Ruhut Putuskan Gunduli Rambutnya



JAKARTA - Legislator Partai Demorkat Ruhut Sitompul kembali membuat sensasi. Kali ini dia menggunduli rambutnya dengan dalih sebagai bentuk keprihatinan atas sikap para rekannya di Senayan.

“Saya malu dengan peristiwa kemarin karena banyak anggota DPR tidak patuh pada aturan. Kan paripurna ini sudah diputuskan di Badan Musyawarah. Mereka juga bilang paripurna lebih tinggi. Tindakan saya ini adalah protes saya,” ujar pria yang akrab dipanggil si Poltak itu di gedung DPR, Rabu (3/3/2010).

Ruhut bahkan mengaku merelakan kuncirnya yang sudah dipelihara selama 20 tahun untuk dicukur habis demi mengekspresikan kekecewaannya. “Keluarga saya sempat protes, tapi saya tetap memotong. Saya memotongnya kemarin,” ungkapnya.

Usai menjelaskan tentang alasan mencukur habis rambutnya, Ruhut menegaskan akan membela Boediono dan Sri Mulyani sampai titik darah penghabisan. “Kalau ada yang coba-coba dengan mereka, langkahi dulu mayat saya,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sempat terjadi kericuhan saat sidang paripurna pembacaan rekomendasi pansus Hak Angket Century di gedung DPR, kemarin. Kericuhan dipicu kebijakan Ketua DPR Marzuki Alie yang mengetuk palu sebagai tanda penutupan sidang sebelum anggota dewan menyatakan persetujuannya.

Sejumlah anggota dewan bahkan sempat maju ke tempat duduk pimpinan sidang untuk memprotes tindakan Marzuki Alie.(ful)

Minggu, 28 Februari 2010