Minggu, 20 Maret 2011

Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10jam dan dibayar Rp. 400.000,-.Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja”
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah
berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40..000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.


Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.
Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa."
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

24 komentar:

  1. jujur gan terharu bacanya.., :11

    thanks..

    BalasHapus
  2. bagus banget nih, sampek tak terasa airmataku tummpah....
    anak kecil memang jujur dan polos....

    BalasHapus
  3. saya udh pernah baca sebelumnya klw ngga slaah dari pak andyka ya?,, emank mengharukan sob :29

    BalasHapus
  4. @ Daris Firzan: Iya sama-sama. Saya juga terharu pas pertamakali baca cerita ini.

    @ Anisayu: Iya Mba benar. Wah beneran pengen nangis nih? hehe

    @ EX-DOT: Oh, sudah pernah membaca ya? Iya, mengharukan sekali. Emm bukan. Saya dapat cerita ini dari catatan guru saya di Facebook :13

    @ Kelpo: Syukur deh. Karena cerita ini berhasil mempengaruhi pembacanya untuk merasakan terharu.

    BalasHapus
  5. Sabarr yach namanya ayah yang lagi sibukk....

    slam kenal.. :13

    BalasHapus
  6. ha ha ha...
    sangat bagus ceritasnya.
    bisa saja mama ini

    BalasHapus
  7. Mengharukan ...
    :33


    (emotionnya nggak nyambung ya?)

    BalasHapus
  8. Pinjam sapu tangan.nya sobb..... T_T

    BalasHapus
  9. salam sob
    cerita untuk renungan kita semua

    BalasHapus
  10. @ zhanaz45: Iya salam kenal juga. Terimakasih sudah memahami isi ceritanya..

    @ Obat Sakit 2011: Lho kok ketawa gan? Gak nyambung deh nih sama alur ceritanya...hehehehe

    @ jepri A.: Gak ah ini menyenangkan. Oh nyambung nyambung kok. Tapi nyambungnya kalo ngomong sama orang sarap. wkwkwkwk :33

    BalasHapus
  11. @ Eric Juanto: Wah kebetulan sapu tangannya lagi dicuci nih. Pake serbet aja yah? hehehe :13

    @ Kisah Abu Nawas: Iya benar. Salam kenal juga..Terimakasih sudah membaca.

    BalasHapus
  12. ada keunikan tersendiri dari cerita ini
    lucu namun mendidik

    BalasHapus
  13. @ Obat Sakit 2011: Kalau boleh tau lucunya di bagian mana yah?

    BalasHapus
  14. Serbet!!!
    boleh juga,, tpi jng pake serbet yang sering kamu pake ya....
    banyak ingus.nya....
    hehehehe....

    BalasHapus
  15. @ Eric Juanto: Hehehehe maaf ya mas cuma bercanda...

    @ Kisah Abu Nawas: Iya.

    BalasHapus
  16. hehehe.....
    Sama sob......
    Saya juga cuman bcanda,,,
    jng d masukin ke hati ya......

    BalasHapus
  17. salam sob.
    harta bukanlah segalanya kata orang bijak.
    betapapun kayanya seseorang belum tentu bahagia

    BalasHapus
  18. ceritanya sangat menyentuh, terkadang memang orangtua lupa dan sibuk mencari harta, padahal seorang anak tidak hanya membutuhkan materi. tapi perhatian dan kasih sayanglah yang jauh lebih berarti bagi mereka.
    salam hangat, bangauputih ^_^

    BalasHapus
  19. bagus bgt ceritanya.....

    BalasHapus
  20. emm , terharu tapi lucu :30

    ahahahaaa

    BalasHapus
  21. @ Eric Juanto: Iya santai aja Mas...

    @ Kisah Abu Nawas: Betul tuh. Salam juga (betewe, kita udah berapa kali yah saling salam-salaman?) hehehehe

    @ Ridha Alsadi: Ya, kebanyakan yang begitu orang perkotaan yah? hehe betewe nama profilnya ganti nih Mbak? salam hangat juga...

    BalasHapus
  22. @ Anonim: Iya sob...

    @ Ladida Cafe: Lucunya pas di bagian mananya bro?

    BalasHapus

Eitss..., baca dulu dong baru komen! :D