Apple mengaku telah memblokir developer asal vietnam, Thuat Nguyen, dalam kasus pencurian akun sejumlah pengguna iTunes akhir pekan lalu. Menurut Apple, Thuat Nguyen diidentifikasi menyusup ke sekitar 400 akun pengguna iTunes dan memanfaatkan kartu kredit tersebut untuk mendongkrak aplikasi-aplikasi buatannya.
Dalam kasus ini, 42 aplikasi buatan Thuat Nguyen masuk dalam 50 besar aplikasi dalam kategori buku terlaris di iTunes. Apple telah menghapus semua aplikasi tersebut dan memblokir developer asal Vietnam itu dari daftar iTunes.
Minggu, 18 Juli 2010
Aplikasi Chatting Buatan Indonesia
Kalau selama ini pengguna ponsel di Indonesia tergantung aplikasi dan layanan buatan asing untuk melakukan chatting, kini tak lagi. Sudah ada perusahaan lokal asli Indonesai yang menyediakan layanan chatting lewat ponsel. Layanan tersebut tidak eksklusif hanya bisa digunakan satu merek ponsel, tapi lintasmerek selama mendukung Java.
Mau tahu layanan tersebut? Namanya IM-ku (baca: ai em ku) yang dikembangkan oleh PT Intouch Innovate Indonesia (inTouch), perusahaan lokal yang satu afiliasi dengan produsen ponsel Skybee. InTouch memperkenalkan IM-ku untuk pertama kalinya di ajang Indonesia Celluler Show (ICS) 2010, Jumat (16/7/2010).
Mau tahu layanan tersebut? Namanya IM-ku (baca: ai em ku) yang dikembangkan oleh PT Intouch Innovate Indonesia (inTouch), perusahaan lokal yang satu afiliasi dengan produsen ponsel Skybee. InTouch memperkenalkan IM-ku untuk pertama kalinya di ajang Indonesia Celluler Show (ICS) 2010, Jumat (16/7/2010).
Selasa, 29 Juni 2010
Internet, Ancaman Utama Hewan Langka
Internet ternyata menjadi salah satu penyebab utama semakin punahnya binatang langka.
Hal itu diungkapkan oleh beberapa aktivis pelindung binatang, yang sedang melakukan pertemuan internasional di Doha, Uni Emirat Arab.
Dalam acara Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), yang diikuti oleh 175 negara dunia, pakar menyalahkan internet sebagai faktor yang mendukung kepunahan hewan-hewan langka .
Melalui internet, kini orang begitu mudah menjumpai perdagangan binatang yang dilindungi. Mulai dari bayi singa hingga kulit bulu beruang kutub, yang ditawarkan di ruang-ruang chat atau berbagai situs lelang online.
Hal itu diungkapkan oleh beberapa aktivis pelindung binatang, yang sedang melakukan pertemuan internasional di Doha, Uni Emirat Arab.
Dalam acara Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), yang diikuti oleh 175 negara dunia, pakar menyalahkan internet sebagai faktor yang mendukung kepunahan hewan-hewan langka .
Melalui internet, kini orang begitu mudah menjumpai perdagangan binatang yang dilindungi. Mulai dari bayi singa hingga kulit bulu beruang kutub, yang ditawarkan di ruang-ruang chat atau berbagai situs lelang online.
Langganan:
Postingan (Atom)
